aku dan sahabat terdekatku

Suatu ketika di suatu hari beberapa tahun yang lalu, aku berkenalan dengan seseorang sahabat. Seseorang yang begitu setia menemaniku hingga saat ini.. Dia tau segalanya tentang diriku luar dan dalam, bahkan hal-hal yang aku lupa sekalipun dia tau. Dia tau segala pengalamanku dari lahir yang imut-imut hingga tumbuh amit-amit sepeti saat ini.

Namanya adalah Kehidupan,itulah nama sahabatku yang setia itu. Dia begitu setia menemaniku mulai dari aku lahir hingga entahlah akupun tak tau hingga kapan. Tapi satu yang pasti, dia berjanji akan menemaniku hingga nanti waktuku telah habis di dunia untuk belajar. Secara pribadi aku katakana dia begitu special dalam perjalananku. Dia tidak hanya mau menemaniku disaat aku senang saja, tapi juga disaat berdukapun dia ada selalu disampingku. Tak jarang pula dia mengajariku mengenai pengalaman yang aku alami sehingga aku belajar makna positif di dalamnya.

Walaupun dia sahabat terdekatku, tak jarang pula orang lain pun bersahabat dengannya. Dengan berbagai nama khas dia dipanggil orang sering sekali aku dengar akhir-akhir ini. Ada yang memanggil dia dengan sebutan anugrah, ada yang memanggil dia adalah sebagai perjuangan, ada pula yang memanggilnya si beban dan lain sebagainya. Berbagai macam panggilan pun lumrah aku dengar tentangnya mulai dari yang positif hingga yang negatif. Meskipun menurutku secara pribadi dia baik, namun tak jarang pula banyak orang ingin segera memutuskan pertemanan dengannya. Dia dianggap sering membawa masalah yang menganggu dan akupun tanpa sadar sering pula berpikir begitu kepadanya. Meskipun ketika aku lihat ulang seperti saat ini,aku sunguh menyesal kepadanya. Ternyata dibalik masalah yang dia bawa, dia begitu baik kepadaku. Dia memberikan aku masalah hanya agar aku bisa lebih tinggi lagi berpijak menjadi manusia yang lebih baik. Ketika aku mencoba melihat kebelakang seperti ini, aku merasa begitu berdosa sekali padanya. Dia begitu banyak memberikan manfaat yang luar biasa dalam hariku. Aku telah mengalami banyak perubahan diri setelah mengenalnya.

Aku begitu berdosa kepadanya, aku sering tanpa sadar berperasangka buruk dahulu kepadanya sehingga beberapa kali kitapun sering sekali konflik. Ketika aku coba menghitung, ternyata lebih banyak aku mencacinya ketimbang aku bersyukur mengenalnya. Entah kenapa dia masih baik sekali padaku dan tidak meninggalkanku. Mungkin ini salah satu caranya membuatku belajar untuk bersyukur mengenalnya. Berkali-kali dalam ingatanku kita berkonflik, kala itu terjadi tak jarang aku menjelek-jelekannya, mencacinya, namun dia tidak pernah marah dan pergi meninggalkanku. Akupun sok mencoba mendiamkannya, namun pikiran tentangnya selalu ada dari hari ke hari. sempat rasanya ingin juga memutuskan hubungan ini, namun untunglah hingga saat ini hal itu urung terjadi. Dan aku benar-benar menyesal, dia ternyata begitu setia kepadaku. Untungnya dia tidak gampang stres seperti diriku dan memutuskan hubungan semata. Aku begitu belajar padanya tentang arti persahabatan meski ketika aku sadar hanya dia sahabat yang paling dekat denganku. Setia dalam setiap nafasku, setiap dalam setiap langkahku, setia dalam setiap hariku hingga nanti kita berpisah bersama kala waktuku belajar di dunia berakhir

7a5cd2dc37e7676

Aku baru sadar hari ini, aku begitu bersyukur mengenal dirinya selama ini. Konflik yang dia buat membuatku bisa lebih tegar dalam menjalani hari bersamanya. Sahabat terbaikku yang tidak bisa digantikan oleh apapun juga. Dia guru terbaikku dengan berbagai caranya membuatku lebih maju. Meskipun aku sadar, jalan di depan nanti tidaklah mudah dengannya. Sebagai sahabat yang erat, mungkin saja aku masih harus berkonflik dengannya lagi. Mungkin saja aku khilaf dan kembali menyalahkannya, dan mungkin saja dia pun marah besar kepadaku dan meninggalkanku untuk selama-lamanya. Namun sebelum hal itu terjadi aku ingin memberikan yang terbaik untuknya sebagai seorang sahabat. Aku ingin belajar dan belajar untuk memperlakukannya lebih baik mulai hari ini. Aku ingin belajar lebih banyak mencintainya..lebih bisa menahan egoku, lebih menahan emosiku kepadanya dia dan masalahnya..

semoga aku bisa belajar terus kearah sana
untuk sahabat terbaikku selama ini

Kehidupan

maaf aku masih sering buat salah kepadamu 🙂

 

nb : Catatan Pribadi Salah satu Kontributor di web Balimentari

Leave a Comment