Arti bapak bagi seorang anak yang dibesarkan oleh seorang singlemother (bagian 1)

Ini adalah penggalan cerita dari salah satu responden karya ilmiah yang dibuang sayang. Hasil wawancara pribadi saya dengan sosok anak yang hidup tidak bersama dengan bapak (dibesarkan oleh ibu) karena kematian. Semua cerita nantinya akan ditulis dengan sudut pandang orang pertama agar kita sebagai pembaca bisa merasakan juga pengalaman ini. Semua cerita dirangkai dan sudah terkonfirmasi ke responden.

Image result for ayah

Satu hal yang sulit ditebak adalah kematian, setuju atapun tidak anda fenomena ini dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Saat membaca tulisan ini pun mungkin saja kan apabila tiba-tiba meninggal ? membacanya ditengah mengemudi, gempa bumi serangan jantung, sampai kiamatpun mungkin saja terjadi pada saat ini. Begitu pula halnya dengan orang-orang disekeliling kita, dalam beberapa detik saja apapun bisa terjadi. Saya kurang mengetahui bagaimana dengan kamu, tapi bagai saya pribadi kematian itu tidak mengenakkan.

Saya adalah orang yang tinggal jauh dari bapak saya, bapak saya harus merantau ke daerah timur dan baru bisa bertemu mungkin enam bulan sekali. Sebagai seorang anak kecil kala itu saya tidak terlalu memperdulikan hal tersebut. Saya hanya fokus bermain saja, yah mungkin kamu juga sama. sebagai anak yang tidak hidup dengan bapak semenjak kecil, saya menjadi begitu dekat dengan ibu saya. Dekat dan saya sangat sayang sekali dengan ibu saya.  Saya ingat kala SD kelas 2, saya begitu senang sekali membantu ibu saya menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Setiap minggu saya selalu mengepel rumah yang kami tempati. Jangan dipikir rumahnya sudah keramik ya, kala itu masih berupa semen berwarna hitam. Semuanya saya lakukan dengan senang bahkan tanpa imbalan dan tanpa disuru.

Kehidupan ekonomi keluarga kami biasa saja kala itu, keluarga saya hidup cukup-cukup saja meski terkadang harus berhutang sana sini. Saya sendiri belum mengerti makna hutang kala itu, yang saya mengerti hanya saya ingin membahagiakan mereka melalui prestasi saya di sekolah

Sayangnya saya bukanlah orang yang terlalu pintar hahaa, kelas tiga SD adalah prestasi saya pertama kala itu. Kalau tidak salah menjadi juara 3 di kelas, jangan ditanya seberapa senangnya kala itu. Saya amat teramat senang dan hal itupula yang saya lihat dari orangtua saya. Saya masih ingat kala itu hadiahnya adalah 5 buku tulis sidu dan pulpen, sederhana sih tapi ya menurut saya pribadi kala itu ini adalah hal yang membanggakan.

Image result for hadiah buku juara kelas

Dibesarkan dengan intensitas bertemu bapak yang jarang membuat saya kecil sangat haus akan figur lekat bapak. mungkin ini konyol, tapi saya sering beranggapan bapak saya adalah seorang tokoh bintang film indonesia yang saya tonton setiap harinya. Saya ingat banget TV kala itu masih hitam putih dan saya sering sekali ngobrol dengan TV karena beranggapan artis yang dalam tv tersebut adalah bapak saya.

Apabila kamu tau, berkomunikasi kala itu sangatlah mahal. Setiap minggunya kita sering ke wartelnya telkom hanya untuk menelpon. Walau hanya beberapa menit, itu sudah membuat saya senang. Saya selalu bercerita banyak macam ke bapak saya.termasuk ketika mendapatkan prestasi juara kelas. Saya senang sekali mendengar suaranya meski hanya melalui telepon.

Image result for wartel

Hal yang selalu membuat saya senang sekaligus sedih adalah ketika bapak saya pulang kerumah adalah ketika diantarkan sekolah. Hal ini disebabkan karena setiap kali bapak saya mengantarkan saya sekolah itu berarti sebentar lagi beliau akan naik bis dan kembali ke perantauan. beberapa kali saya sampai tidak kuasa menahan tangis dan muntah disekolah karena saking tidak ingin berpisah.

Hal-hal indah yang selalu saya ingat apabila bersama bapak saya adalah ketika bermain bulutangkis di depan rumah. Berawal dari sana kemudian timbul keinginan untuk menjadi atlit olahraga. hampir setiap hari sepulang sekolah saya berlatih (sekaligus bermain dengan teman-teman), dengan harapan ketika nantibapak saya pulang kita bisa bermain bersama dan saya sudah lebih jago. 2004 pertama kali menonton taufik hidayat, membuat kemudian berpikiran ingin mejadi altit nasional. Meskipun saat ini cita-cita itu gagal tapi setidaknya setiap saya menonton bulutangkis saya selalu ingat bapak saya.

Satu hal lain yang saya ingat kala bapak saya pulang dan menjadi momen yang indah adalah ketika dibelikan Playstation (karena tidak ada uang kw dulu seperti gambar ini)

Image result for polistation

Inilah pertama kali saya bermain game yang kemudian beranak pinak menjadi nitendo dan ps betulan. Saya selalu ingat masa dimana pertama kali beli kaset dan kita mainkan berdua. Game balap-balapan, harry poter dan yang legendaris tentu sepakbola. Kelas lima kalu tidak salah kala itu pertama kali saya mengenal benda ajaib bernama PS. Kalau kamu laki-laki, tentu kamu mengetahui bagaimana nikmatnya bermain ps dengan bapak sendiri. Belum lagi apabila tidak bisa berbahasa inggris, saya sendiri jadi malu apabila mengingat ke sok tauan kita bermain PS karena sebenarnya tidak mengetahui arti dari percakapakan di game. Harvestmoon adalah contoh game yang melatih kebegoan saya ditambah dengan kesoktauan bapak saya dalam bermain game

Setelah seiring jalannya waktu, bapak saya pun akhirnya dimutasi ke daerah tempat kami tinggal. Jangan ditanya sebagaimana senangnya. Hampir setiap hari selepas jam 3 saya selalu ke kantor bapak saya. Kantornya kebetulan dekat sekali, beberapa meter dari rumah. Kadang saya kesana hanya untuk sekedar duduk di kursi tamu kantor, numpang makan indomie kantin atapun sok-sok membaca koran gratis di pos satpam. Melihat orang kantoran. cita-cita saya kemudian upgrade menjadi pegawai kantoran. (meskipun gagal lagi sama seperti atlit)

Berkumpul dengan keluarga pada suatu daerah adalah hal yang paling mengembirakan dalam hidup saya. Walaupun sederhana, hampir setiap minggu kita jalan-jalan kesana kemari bareng-bareng. Bahkan ketika kelas 6 hampir setiap minggu kami mengunjungi objek wisata dan membawa bekal yang dimakan sendiri

Namun hal ini tidak berlangsung lama, Bapak saya kemudian meninggal. Meninggal tiba-tiba tanpa alasan yang jelas. Otopsi juga tidak menjelaskan hasil penyebab kematian yang bapak saya alami. Semua terasa aneh kala itu, semua terasa tak adil. Saya melihat sendiri ketika bapak saya meninggal dengan tertidur

Ingin sekali rasanya kala itu menghujat tuhan, marah kepada tuhan. Tapi itulah yang terjadi, kebahagian bisa hidup bersama hanya dirasakan beberapa tahun. Cuma yang membedakan dari sebelumnya, saat ini tidak mungkin lagi menelponya via wartel, tidak mungkin seolah berkomunikasinya di TV.
dan kita tidak mungkin lagi berbicara …Minggu pagi kala itu berbeda sekali dengan biasanya..ingin berharap ini hanyalah mimpi..tapi sayang tuhan berkehendak lain..Bahkan meski beliau hadir dalam mimpi sekalipun..suaranya tidak pernah terdengar lagi setelah hari ini…

*(Bersambung ke Sequel 2 )
*gambar hanya ilustrasi
*cerita dirangkai dengan kata ganti orang pertama agar lebih mudah untuk memahami dan sudah terkonfirmasi. semua dirangkai berdasarkan kerangka alur pertanyaan dan jawaban wawancara.

Leave a Comment