Arti bapak bagi seorang anak yang dibesarkan oleh seorang singlemother (bagian 2)

ini adalah lanjutan dari cerita sebelumnya, semua cerita pada tulisan ini adalah hasil wawancara dengan responden dan sudah terkonfirmasi. Penulis menggunakan kata ganti orang pertama hanya untuk lebih mengenakkan pembaca mencerna pengalaman hidup ini.

Semenjak hari hujan di hari kematian bapakku ini, hidup terasa begitu berbeda. Semua terasa sulit untuk kami sekeluarga. Ibu saya adalah orang yang paling tegar pada peristiwa ini, beliau yang mengurus semuanya dan terlihat tegar. Karena waktu itu terlalu kecil, saya tidak terlalu menanyakan hal ini ke ibu saya. Ibu selalu berusaha tegar disetiap kondisi bahkan ditengah ketidakpunyaan uang sekalipun

Mungkin baru gara-gara diwawancarai seperti ini saya baru mengetahui, satu tahun pertama adalah masa yang begitu stres bagi ibu saya. Saya merasa menyesal jadinya kala itu pernah meminta hp hanya karena ingin seperti teman-teman di sekolah pada zaman itu

ketiadaan bapak pada masa SMP kala itu begitu membuat saya hampa secara pribadi. satu minggu sebelum bapak saya meninggal, saya ingat betul saya mengerjakan PR sambil menanyakan beliau. Ajaibnya nilai saya 100, dan itu adalah kali pertama saya mendapatkan nilai 100. Saya ingat betul kala itu badan saya tiba-tiba panas karena saking senangnya.

Cawu wulan satu ketika smp kalau boleh jujur saya sangatlah bego, saya ingat nilai matematika saya adalah 58. Iya, 58 untuk sebuah sekolah negeri saya rasa bukanlah nilai yang baik. Saya juga tidak pandai bergaul kala itu sering duduk di pojokan kelas atau sekedar bersandar duduk di bawah pohon. Kebiasaan yang sama ketika SD dan saya merasakan sangat sendiri.

Jujur orang yang saya takuti di dunia adalah pengajar, entah apapun itu. Dipanggil kedepan kelas, disuruh menjawab, atau hal-hal sejenisnya adalah hal yang paling saya takuti. Saya rasa sampai kuliah dan bekerja saat ini pun sama. hal traumatis yang paling besar saya alami adalah beberapa hari setelah kematian bapak saya. Ketika saya diketawai satu kelas karena seorang guru menggambar mengetawai gambaran saya dan itu membekas hingga saat ini. Saya tidak tau apakah pengajar memanglah seperti ini.

ketakutan tersebut tidak sepenuhnya buruk, saya ingat sekali cawu berikutnya nilai saya bangkit. Meskipun masih dengan ketidakbisaan menggambar saya. Setidaknya pada pelajaran inti saya mendapatkan nilai sangatlah bagus. Yang paling mengembirakan adalah ketika nilai ujian saya lebih besar dari sang juara umum. Seumur hidup sebagai orang bego dan bisa mengalahkan juara umum adalah sebuah hal yang membuat heboh sekolah.Nilai saya ingat banget, terbesar di sekolah tersebut dengan nilai 97 pada pelajaran matematika.

Jangan dipikir saya belajar untuk mendapatkan hal tersebut. Satu hari sebelum ujian saya hanya membaca komik doraemon. Kalau teman-teman tau pada komik doraemon ada yang versi belajar matematika. Saya cuma membaca komik tersebut dan tidur dengan para buku. Satu hal ritual aneh yang mungkin saya lakukan kala itu adalah saya selalu ngobrol dengan alat-alat tulis yang saya gunakan untuk ujian. Sebagai orang yang tidak memiliki banyak teman, berbicara kepada benda hidup adalah salah satu cara saya untuk mengurangi kesepian yang saya rasakan.

Image result for komik doraemon matematika

Kebiasaan itu terkadang berlanjut hingga ketika saya naik bemo ke sekolah, berbicara dengan pohon apabila pulang jalan kaki (karena uang jajan saya pakai semua), dan saya juga sering berhenti di depan kuburan bapak saya ketika berjalan seolah berbicara dengannya. Saya tau hal-ini semua konyol, kalau yang wawancarai tidak friendly seperti ini mungkin cerita aneh ini tidak akan saya ceritakan haha.. Satu hal yang pasti meskipun bapak saya meninggal, saya merasakan dia ada dan membantu saya. Saya percaya hal tersebut sehingga saya bisa mendapatkan hasil yang berbeda jauh dengan sebelumnya.

Hal tersebutlah kemudian yang menyebkan saya dapat bersma di sma favorit. jangan ditanya bagaimana caranya karena sayapun tidak mengerti. Saya hanya Ranking 10 itupun baru mendapatkannya ketika ada ritual sekolah yang rapot diambil orangtua. Itu cuma sekali dan seterusnya tidak ada. (mungkin kalau diabilkan dapat kali ya haha)

Dulu masuk SMA Belum menggunakan nilai Ujian seperti sekarang. Kita harus tes di sekolah yang dituju dan itu terlepas banget dari nilai ujian kita. Jujur, saya hopeless untuk masuk negeri ketika itu, sekolah SMP saya bukanlah sekolah favorit. Sudah begitu rangkingnya sekali doang lagi, dan ketika saya masuk ke tempat tes. Saya tidak bisa berpikiran apa-apa, sekolah yang saya tuju ternyata super bagus. Ini sekolah tingkat pertama yang saya ketahui di daerah saya. Kakak kelasnya juga sangatlah cantik-cantik hahaa. Ritual yang saya lakukan kala itu sangatlah simpel, saya hanya berbicara kepada meja di tempat tes tersebut. Nanti apabila berjodoh kita bertemu, sudah begitu saja. . Daan saya akhirnya di kelas itu namun sayangnya bangku itu di duduki orang lain. Yang unik sebenarnya sih, orang lain itu adalah orang yang saya sukai kala SMA bernama CY

Image result for senyum manis bibir cewek

SMA mungkin memang masanya seperti itu ya, mulai muncul adanya rasa suka kepada lawan jenis. Sayang saya pendiam sehingga jarang sekali bisa berbicara dengannya. CY itu tidaklah cantik, biasa saja hanya seorang gadis kecil yang setiap pagi selalu menyapa saya. Udah begitu saja sebenarnya. saya selalu senang apabila bisa satu kelompok dengannya dan berlagak pintar sedikit untuk mencoba merebut perhatiannya hahaha. Setiap hari selala setiap dia piket saya selalu datang pagi juga hanya untuk mendapatkan moment bisa ngobrol sejenak. Dipikir-pikir setelah tua seperti ini, konyol juga yang saya lakukan. Kita hanya satu kelas diawal sekolah setelah itu kita berbeda kelas.

Ketidadaan bapak di SMA benar-benar terasa, SPP sekolah saat itu lumayan mahal. Beberapa kali saya sampai telat membayar beberapa bulan karena tidak adanya biaya. saya jadi berpikiran bagaimana yang diceritakaan (pewawancara) untuk ibu yang sebelumnya tidak bekerja dan memiliki banyak anak. Sebagai orang yang ga terlalu  pintar ketika sekolah akhirnya saya berjualan sampingan peralatan-peralatan. Saya bekerjasama dengan teman saya (yang kemudian kita sempat berantem hahaha) untuk berjualan barang prakarya. Strateginya adalah teman saya yang pintar ngomong ini sebagai orang di depan sementara saya adalah yang mengerjakan. jangan dipikir saya jago mengerjakan ya, saya juga outsource ke teman saya yang jago. Saya hanya tugas mencari Ide di komputer, kala itu internet mahal sekali. Untuk teman saya yang pintar ngomong jago meyakinkan sehingga satu klien rata-rata pasti dapat 10rbu. sehingga untuk internetpun sangat-sangat aman. Image result for spp mahal

Profitnya sangat banyak, saya ingat sekali membagi-bagi uang di perpustakaan seperti orang transaksi narkoba mungkin, Kita hitung pelan-pelan dan kita bagikan pakai perantara buku agar tidak terlihat orang lain. Tapi karena dasarnya bego mungkin uangnya kita habiskan dalam semalam hanya untuk bermain game online. Saya sebenarnya tidak terlalu suka game online, tapi kalau boleh jujur dalam game saya merasakan diri saya yang berbeda. saya bisa memiliki banyak teman dengan nama aneh, membangun tim yang selalu menunggu saya online. Saya online hanya apabila ada uang kebetulan, teman-teman saya di game entahlah. Setiap saya main biasanya selalu ada mereka. Ragnarok itulah nama gamenya, game yang membuat saya lupa akan segalanya. Lupa kalau CY sudah memiliki pacar

Image result for prakarya kristik

Perkuliahaan juga tidak jauh berbeda dengan SMA, malah lebih datar dan mengasikkan kala SMP kalau boleh jujur. Saya sebenarnya tidak tau harus berkuliah apa, dalam setiap kuliah saya merasakan ada ketidakbisaan saya. Mungkin mirip pewawancara saya juga yang galau dengan kuliahnya hahaha. Saya akhirnya sempat berkuliah beberapa bulan dan berhenti untuk memulai pekerjaan. Biaya yang malah, pelajaran yang tidak sesuai dan kehampaan hati membuat saya akhirnya memilih jalan ini.

saya pun memulai kehidupan sebagai orang dewasa baru, ketiadaan bapak kala dewasa ini saya rasakan adalah saya merasakan mengalami kebingungan hidup. Mungkin apabila orang lain orangtua pada masa dewasa tidak terlalu signifikan. Bagi saya justru sebaliknya saya kadang merasa tidak ingin memiliki pasangan hidup. Saya takut apabila memiliki pasangan dan harus mengalami seperti yang ibu saya rasakan. Saya tidak ingin seperti itu, saya tau jalan tuhan mungkin berbeda-beda. Tapi itulah ketakutan saya diusia saat ini

Mendekati 30 ini saya belum pernah sekalipun menembak cewek, tidak sekalipun berusaha memulai hubungan serius. Entahlah namun terkadang menginjak usia seperti ini saya baru menyadari saya banyak mengalami kegagalan. Apabila kecil dahulu ketika gagal saya selalu disemangati, ketika dewasa ini saya rasakan ketika gagal saya sangat direndahkan. Mungin hanya ibu dan kamar saya yang munggil yang selalu menguatkan untuk semangat meniti pekerjaan dagang saya saat ini…:)

Saya pribadi tidak menyangka akan dituliskan seperti ini oleh pewawancara, semua cerita disini dituliskan sesuai dengan alur wawancara dan terkadang saya nyerocos sendiri. Saya tidak menyangka pewawancarapun mengalami jalan hidup yang tidak kalah beratnya. Semua cerita disini, sudah saya izinkan untuk dibagikan, membacanya kembali seolah membuat saya flashback.

Hidup saya pastinya tidak indah, kata pewawanara pengalaman yang dibagikan mungkin bermanfaat bagi oranglain. Apabila saat ini orangtuamu masih ada, sayangi mereka…apabila tidak ada, selamat datang saudaraku karena kita sama 🙂

 ,,,,,,,,,,

Demikianlah cerita bagian kedua, jujur sebagai penulis ulang hasil wawancara itu absurd sekali. Karena tidak terkadang saya seolah bercermin. Saya pribadi juga tidak jauh berbeda, sering jatuh …sering banget malah.. SMP SMA banyak banget jatuhnya..kuliah apalagi..jangan ditanya..
Saya pribadi banyak bercermin dari bro mr x.. dia sekarang adalah dagang perumahan di Bali, sukses lah bisa dibilang. Dimulai dari supir hingga kemudian berhasil naik naik terus hingga sekarang jadi dagang tanah dan rumah.

saya belajar banyak darinya..mungkin banyak dalam hidup kita yang tidak sederhana,. banyak orang yang mungkin tidak menyukai kita..saya percaya bahwa doa orangtua adalah hal yang selalu membuat kita kuat. Saya juga percaya meskipun bapak saya saat ini tidak ada, dia tetap disamping saya..mendukung saya dari tempatnya.. setelah mendengarkan cerita MRx saya rasa mungkin teman-teman yang saat ini tidak memiliki orangtua mungkin juga merasakan hal yang sama

dan saya baru sadar hari ini pas ulangtahun bapak saya
selamat ulang tahun bapak Edi Wasito (bapak saya pewawancara), doakan bisa melewati ujian-ujian hidup yang banyak macamnya haha :’)

Leave a Comment