Bagian-bagian dan Cara Kerja Pikiran

 

icebergMempelajari hipnotis berarti mempelajari cara kerja pikiran dan juga perilaku manusia. Maka, sebelum mempelajari hipnosis (hipnotis) tentu anda perlu memahami terlebih dahulu bagian-bagian dari pikiran dan juga cara kerjanya. Gerald F Kein dengan Mind Modelnya menerangkan bahwa pikiran manusia terdiri atas beberapa bagian. Yaitu Conscious, SubConscious dan Critical Area.

CONSCIOUS.

Conscious adalah pikiran sadar yang di identikkan dengan Otak Kiri. Saat anda membaca tulisan ini conscious anda bekerja secara aktif. Adapun sifat dari pikiran sadar adalah KRITIS, RASIONAL, ANALISIS, tempat ingatan jangka pendek. Menurut teori pikiran sdar hanya 12% keseluruhan aktivitas kita dari kita sehari-hari. Ciri gelombang otaknya adalah beta, yaitu pada saat kita sangat waspada dengan analisis, logika ,ego, stres dan seterusnya

SUB-CONSCIOUS.

Sub-Conscious adalah pikiran bawah sadar, identik dengan Otak Kanan. Sifat dari sub-conscious yaitu NETRAL, ingatan jangka panjang, juga tempat terbentuknya keyakinan. Maksudnya NETRAL disini adalah, pikiran bawah sadar tidak mengenal baik, buruk, salah, atau benar. Data yang berhasil masuk dianggap suatu kebenaran, kemudian akan disimpan secara permanen (jangka panjang). 

Pikiran bawah sadar disebut juga sebagai MEMORY BANK, ditempat inilah semua data atau informasi yang pernah kita terima sejak kita lahir hingga saat ini masih tersimpan dengan rapih dan dapat kita Recall kapan saja. Ini adalah total 88 % yang kita alami dalam setiap harinya bahkan tanpa kita sadari. Misalnya berkendara di jalan, yakin 100 persen ke jalan? Tidak jarang pikiran kemana-mana ehh tiba tiba sudah tiba saja dirumah. Ciri gelombang otak pikiran bawah sadar adalah rileks dan sugestif

 

CRITICAL AREA.

Critical Area (CA) atau Raticular Activating System (RAS) adalah jembatan penghubung antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Ditempat ini setiap data yang masuk akan dianalisa berdasarkan etika, logika,dll.

Dalam keadaan sadar kita menerima informasi melalui panca indera yaitu penglihatan, pendengaran, sentuhan, pengecapan, penciuman, atau sering disingkat VAKOG (Visual, Audio, Kinesthetic, Olfactory, Gustatory).

Ketika pikiran sadar menerima data/informasi, data tersebut akan ditampung oleh Critical Area untuk dianalisa berdasarkan logika, etika, dan kemudian barulah masuk ke bawah sadar (Sub-Conscious).

Contohnya saat mata (visual) anda membaca tulisan ini (data) Critical Area anda sangat aktif menilai dan menganalisa, jika menurut Critical Area tulisan ini dinilai tidak penting maka hanya akan disimpan pada memory jangka pendek, tapi jika menurut Critical Area tulisan ini sesuai dengan nilai yang dianut maka secara otomatis akan diteruskan dan disimpan permanen pada memory jangka panjang.

Contohnya bangun datar persegi, ketika kita kecil kita tidak mempunyai pemahaman tentang bangun datar persegi. Kita mendapatkan ide dan kita tidak kritisi, kemudian ide tersebut menjadi nilai. Nilai yang berulang-ulang misalnya dari pembelajaran sekolah, dari buku dstnya membuat nilai semakin menguat. Sehingga ketika kita besar, ketika ada orang menjelaskan bahwa ini adalah bangun persegi panjang kita akan tidak setuju dan melawan. Karena hal tersebut sudah menjadi nilai pada diri kita berdasarkan logika yang kita anut berulang-ulang.

Sementara orang dalam kondisi terhipnotis, Critical Areanya telah dilumpuhkan untuk sementara pada saat proses induksi, dengan begitu pelaku hipnosis dapat berkomunikasi atau mengirim data langsung ke pikiran bawah sadar tanpa harus dianalisa oleh Critical Area. Jadi, mau disuruh berdiri sambil joged pun orang yang terhipnotis susah untuk menolak, yang ada hanya OKE, SIAP dan LAKSANAKAN.
kenapa? Karna pikiran bawah sadar adalah NETRAL

.
Lain lagi jika perintah itu  disampaikan dalam keadaan sadar, perintah harus dianalisa oleh Critical Area, kenapa saya harus joged? apa gunanya? apa untungnya? kenapa? mengapa?
kurang lebih inilah yang menjelaskan mengapa seseorang ketika dihipnotis seolah tidak bisa melawan seperti yang kita lihat pada televisi.

Leave a Comment