Belajar Service Excellence dari usaha pinggir jalan

Belajar mengenai bagaimana Service Excellence ternyata bisa dimana saja. Service Excellence secara mudahnya menurut mbah google adalah suatu pelayanan yang memenuhi standar kualitas suatu pelayanan yang sesuai dengan kepuasan pelanggan / masyarakat. Untuk anda yang bergerak dibidang jasa yang berhubungan dengan manusia, hal-hal seperti ini mungkin sudah biasa anda dengar. Perhotelan misalnya, pembelajaran mengenai pelayanan yang prima kepada pelanggan merupakan sebuah keharusan.

Image may contain: food

Tapi pernahkah anda mengamati, konsep pelayanan yang menonjolkan kepuasan pelanggan ini juga tak jarang dimulai oleh bisnis kecil dan menengah bahkan khususnya dalam cerita ini saya akan bercerita mengenai bisnis pinggir jalan Ini merupakan pengamatan pribadi dari saya yang sangat hobi untuk mencicipi cita hal baru dari pedagang dipinggir jalan yang mana setelah saya setelah saya amati saya memiliki kecenderungan untuk lebih banyak mengulang di tempat yang sama. Setelah saya bertanya kedalam ternyata rasa nyaman adalah satu penyebab saya mengulang berbelanja di tempat yang sama. Saya pun iseng mencoba bertanya kepada sahabat-sahabat saya ternyata mereka memiliki pola yang tidak jauh berbeda. Bahkan ada yang unik dari penuturan sahabat saya bahwa dia suka ke sebuah warung makan hanya karena diberikan air gratis. Iya air gratis, anda tidak salah membacanya dan saya rasa ketika kita menyadari ke dalam diri kitapun memiliki pola-pola kenyamanan kita tersendiri yang tanpa sadar sering kita ulangi. Sesuatu pelayanan yang sangat sederhana bisa begitu menyentuh diri kita.

Sadar ataupun tidak sadar kita sebagai konsumen harga sering kali bukannya hal yang terlalu kita pikirkan ketika memilih suatu produk. Salah satu hal penting lainnya adalah kenyamanan, bahkan tidak jarang kita melakukan pembelian kembali di tempat yang sama terus. Coba ingat-ingat alasan kita berlangganan akan suatu jasa ataupun barang dipengaruhi akibat kenyamanan akan pelayanan, pasti ada kan? dan pasti ada yang lebih murah kan ?

Salah seorang sahabat saya, sangat hobi sekali berbelanja online. Dia selalu berbenja di toko online yang sama dan lucunya beberapa kali berbelanja online dia salah ukuran dalam membeli. Tapi tau kah teman-teman dimana dia membeli selanjutnya? iya di tempat yang mana dia beli barang yang tidak sesuai tadi. Alasan dia mengapa berbelanja disana adalah karena adminya ramah dan sering balesin chat. Yup cuma itu saja, karena adminnya ramah dan sering balesin chat begitu ujarnya.

Ketika mendengarkan cerita itu secara logika teman-teman mungkin juga merasakan aneh. Tapi ternyata hal-hal seperti itu ada di dunia toko online. Ketika mendengarkan hal tersebut, sayapun jadi teringat salah satu ternak toko online saya di tokopedia, yang mana menjual pernak pernik seni. Payung bali yang kebetulan saya jual ternyata ketika sampai pembeli mengalami retak dan patah. Panik dan Tidak enak menjadi satu, apalagi harga payung bali tidaklah murah, dan tentu saja sebagai seller adalah kewajiban saya untuk mengganti payung tersebut. Tapi menariknya, setelah ngombrol panjang dan lebar mencari solusi permasalahan dengan segala kepasrahan untuk tetap berusaha memberikan pelayanan yang terbaik. Tiba-tiba konsumen memilih untuk membiarkan saja dan tidak jadi komplain.

Saya sendiri jadi teringat pengalaman ini ketika sahabat saya bercerita tadi. Saya tidak tau apakah saya sudah memberikan service excelence saat itu, setidaknya dengan ramah dan berkomunikasi agar mendapatkan hasil terbaik untuk konsumen permasalahan akhirnya bisa terselesaikan (terima kasih ikea purchasing hehe).

Coach Tjia Irawan pernah menuturkan bahwa memberikan pelayanan yang berkualitas adalah pintu bagi penjualan-penjualan setelahnya karena penjualan pada dasarnya adalah menjadikan konsumen menjadi pelanggan. Ketika seseorang sudah menjadi pelanggan maka seseorang akan loyal untuk melakukan pembelian ulang bahkan ketika ada produk baru akan langsung diburu.

Fenomena pelanggan ini apabila anda sadar sering dijadikan startup untuk menggaet konsumen pertama dengan “pelayanan kesan pertama” (entah via apapun media untuk mengaet konsumen pertamanya) dengan harapan konsumen akan menggunakan lagi dan lagi. Jadi keuntungan yang diharapkan adalah keuntungan jangka panjang bukan dari transaksi pertama atau bahkan mungkin dalam bentuk lain seperti saham misalnya.

Image may contain: 2 people, people sitting, table, food and indoorTentu hal-hal seperti ini tidak bisa dilakukan pada bisnis dalam sekala usaha pinggir jalan yang memiliki modal tidaklah banyak. Disadari ataupun tidak hal itu ada, dan kitapun merasakannya. Ambillah contoh pada usaha kuliner seperti sahabat saya tadi, secara tidak sadar sudah menggaet konsumen menjadi pelanggan diawal. Air gratis mungkin adalah “pelayanan kesan pertama”  yang dilakukan untuk memancing pembelian selanjutnya, Saya pun ketika mencoba bercermin juga ternyata memiliki pola yang sama, saya sering makan di dua tempat yaitu mie ayam belakang toko dunia jam Diponogoro dan Nasi Kuning Perempatan Puri Pemecutan. Polanya apabila pada diri saya adalah saya sering mampir disana karena penjualnya ramah dan enak diajak ngobrol.

Terlepas dari satu diantaranya adalah teman kecil saya, ternyata ngobrol hal ga penting adalah salah satu hal yang menjadi kesenangan saya. Tanpa harus berbicara tentang diri ataupun menjelekkan orang lain. Hanya tertawa dan bercanda, itulah yang saya rasakan sehingga sering berbelanja di dua tempat tersebut. Tidak jarang bahkan saya mendapatkan pengguatan tentang hidup dari sana hahaha

Well mungkin kapan hari kamu juga bisa mencobanya, soal rasa enak juga loh. hahaha
Tapi tentu saja kesimpulan bukan disana,
oiya ini cumalah pemaknaan bukanlah kesimpulan tepatnya. Pemaknaan tentang pembelajaran hidup

Pelayanan Prima atau Service Excelence bisa dilakukan siapa saja, karena pada dasarnya pelayanan dari hati akan jatuh ke hati meski pelayanan itu sangatlah sederhana. Dan untuk anda yang memulai bisnis dengan modal tidak banyak seperti saya, pelayanan ala-ala start up untuk mengakuisi konsumen menjadi pelanggan ternyata tidaklah sulit. Dengan Anda menjadi ramah dan melayani sepenuh hati saja konsumen pun akan jatuh hati ke anda.
Kira-kira begitu, jadi mari makan 🙂

oya ada susu kedelai coklatnya juga loh, kalau mau klik pada fotonya saja 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published.