Fakta-fakta yang keliru tentang hypnosis

Halo teman-teman, kali ini kita akan membahas fakta-fakta yang keliru tentang hypnosis, kami telah rangkum menjadi 5 kesalahan besar fakta-fakta mengenai hypnosis di masyarakat. Cekidot


1 Hypnosis atau Hipnotis?

1402832456271[1]

Nah! Sering mendengar dua istilah ini kan? ayo menurut teman-teman yang manakah yang betul ?
Yap yang lebih betul menggambarkan kondisi ketika proses “tidur” adalah hypnosis

Hypnosis lebih merujuk kepada fenomena / kejadiannya, sedangkan Hipnotis adalah orang yang melakukannya / praktisi hypnosis itu sendiri, masyarakat sudah akrab dengan istilah hipnotis karena lebih sering di dengar di berbagai media.

Jadi bagaimana, sudah jelas tentunya sekarang, kesalahan yang sering kita lakukan ?

2. Hypnosis merupakan hal yang berbahaya dan harus di hindari

Sumber Merdeka.com

Kita bisa mengalami kondisi hypnosis setiap hari, bahkan keluar masuk dalam fenomena hypnosis beberapa kali. Contoh sederhananya adalah ketika kita menonton televisi / film, membaca novel atau mendengarkan orang yang kita sukai, kita menjadi sangat fokus, masuk ke dalam cerita secara tidak sadar, walaupun kita tahu bahwa yang kita saksikan adalah fiksi, kita juga dapat merasakan suasana tegang, jadi semangat, cemas, sedih, menangis, dan tertawa.  Bagaimana pernah merasakannya kan?

3. Hypnosis berhubungan dengan kuasa kegelapan, kekuatan gaib, klenik dan mistik.

Sumber IFLCenter.com

Hypnosis tidak ada hubungannya dengan mistik dan klenik, Hypnosis telah dipelajari secara ilmiah lebih dari 200 tahun. Beberapa tokoh terkenal dalam keilmuan filsafat dan kesehatan jiwa juga turut hadir untuk membuat hypnosis menjadi ilmiah. Bahkan saat ini banyak studi klinis dan eksperimental mencoba menentukan apa yang paling unik dari hypnosis dibanding fenomena mental lainnya, termasuk juga mulai meneliti mengenai Non Verbal Hypnosis.  Meskipun hingga saat ini definisi hypnosis yang diungkapkan setiap tokoh tergantung dengan pendekatan yang dipercayai masih berbeda-beda namun semua tokoh setuju bahwa kondisi hypnosis adalah sesuatu yang ilmiah dan pada dasarnya dirasakan oleh semua orang.

4. Orang yang mudah terkena hypnosis adalah orang yang lemah, selain itu wanita juga mudah terkena hypnosis

sumber : debbiebencing.com

Setiap orang memiliki tingkat sugestifitas yang berbeda-beda tergantuk dari pada pengalaman masing-masing setiap individu. Semakin seseorang memiliki sugestifitas yang tinggi makan akan semakin mudah untuk masuk dalam kondisi hypnosis. Ciri-ciri dari orang yang memiliki tingkat sugestifitas tinggi biasanya adalah orang-orang yang memiliki tingkat konsentrasi yang baik dan imajinasi yang tinggi. jadi apakah orang yang memiliki tingkat konsentrasi dan imajinasi tinggi dikatakan orang yang lemah ? Selain itu orang yang mudah untuk di hypnosis adalah mereka yang memang mau bekerjasama secara baik. Karena pada dasarnya setiap proses hypnosis adalah self hypnosis.

 

5. Seseorang bisa tidak bangun kembali, ketika di hypnosis

sumber merdeka.com

Hypnosis tidak sama seperti tidur, dalam kondisi hypnosis subjek masih sadar bahkan sadar sepenuhnya, namun rileks dan nyaman.  Sehingga malas untuk memproses beberapa hal dan cenderung mengabaikan lingkungan. Ketika subjek ditinggalkan dalam kondisi hypnosis, dengan alamiah akan kembali ke kondisi normal / kesadaran utuh dengan sendirinya.

Sekarang bagaimana? Semoga menajadi semakin jelas ya teman-teman 🙂

Sumber :

Modul dasar Hypnosis IBH

Fakta dan mitos dibalik hypnosis psikologi.id

Leave a Comment

Your email address will not be published.