Pengalaman Bersahabat dengan mantan pengguna narkoba part 2

Pada part kedua ini, saya akan coba ceritakan pengalaman hidup salah satu mantan pengguna narkoba yang sebelumnya saya ceritakan pada part sebelumnya. Cerita ini mungkin akan menceritakan banyak hal yang mungkin bersinggungan dengan hidup kita. Hidup mereka pun sama penuh dinamika. Ambillah sisi positif dari cerita ini. Tentang perjuangannya, tentang kemauan untuk keluar dari kesalahan, untuk mau berubah.

Sebut saja L, seorang pria renta kira-kira berusia 60 tahun keatas. Tumbuh dan mengenal narkoba sejak 6 Sd. Lahir dari keluarga tentara yang diberikan kebebasan untuk melakukan apa saja, L kecil sangatlah berprestasi di olahraga sepakbola. Dahulu kala saat masih bersekolah di SD, setiap bertanding Seolah olah tidak ada satupun tim yang mampu mengalahkan SDnya karena keahliannya dahulu bermain bola

Prestasi tersebut tidaklah membawa beliau untuk lebih banyak berprestasi secara positif malah dari sinilah beliau awalnya mengenal nyimeng suatu tindakan merokok menggunakan media ganja. Didukung juga dengan keluarga yang tidak terlalu menghiraukan apa yang beliau kerjakan, L kecilpun akhirnya mencoba mencari kebahagiaan diluar. Selepas kelas 6 Sd tersebut beliau sudah berkelana mencari kebahagiaan dengan menjadi guide bagi turis turis asing di sebuah tempat wisata. bermodalkan nekat dan kemauan keras untuk belajar bahasa bule akhirnya beliau mampu menjadi guide di daerah pariwisata tersebut.

Waktu itu tentu saja daerah pariwisata berbeda sangat jauh dengan yang biasa kita kenal saat ini, 60 tahun yang lalu belum ada pembangunan besar besaran, wilayah pasirnya masih putih dan suasananya masih asri. Tempat pariwisata ini juga menjadi salah satu titik awal beliau mengenal narkoba ini sendiri. Bersama bule-bule biasanya kala malam mereka bernyanyi bersama sembari menikmati narkoba. Dari sinilah awalnya terecoki narkoba hingga saat ini. menurut penuturan beliau, ia mudah akrab dengan para bule dan juga pada waktu itu para bule banyak yang senang dengan dia. Terlepas dari pekerjaannya yang selaku pemandu wisata, pak L kecil juga dikenal sebagai orang yang sangat bisa dipercaya dan bisa memegang amanat. Oleh karena hal tersebut para bule menjadi sangat dekat dengannnya dan memiliki pertemanan yang sangat luas dengan para bule.

Beliau sendiri masuk penjara sudah 3 kali, untuk yang pertama beliau dihukum 1 tahun yang kedua 3 tahun dan yang terakhir 5 tahun penjara. Pada saat ditangkap biasanya diakibatkan karena beliau membawa barang ketika polisi melakukan razia di tempat wisata, meski dua kali kesempatan barang yang dibawa bukanlah miliknya, namun akibat memang dirinya yang bawa dan kebetulan juga mengunakan pak L yang bertangung jawab. Dari hasil wawancara yang saya lakukan pada dasarnya pak L sudah sangatlah menyesal dengan perbuatan yang ia lakukan beliau tidaklah mau berada dalam posisi ini. mengalami kecanduan akibat mencoba narkoba hingga akhirnya menua dengan kecanduan seperti ini. Awal pertama kali memakai, beliau bercerita beliau muntah muntah mual dan merasa nge fly. Kenyamanan dari rasa flyinilah yang menjadi awal dari kecanduan untuk mencoba lagi dan lagi.

Seiring berjalannya waktu, disaat tidak mengkonsumsi narkoba badannya terasa sangat sakit dan seolah-olah tidak bisa melakukan aktifitas apapun tanpa mengunakan obat. Pada saat sudah mendapatkan obat barulah badannya seolah-olah mau berkompromi dari sinilah perjalanan menjadi pecandu kala itu dimulai. Obat obat yang membawanya di dunia ini ialah heroin dan kokain. Semakin hari semakin besar keinginannya untuk mendapatkan barang ini akibat kecanduan tadi. Peran keluarga sendiri sebagai salah satu katalisator awal tidaklah terlalu banyak. setelah tau bahwa beliau adalah pecandu pak L justru kabur dan lebih memilih untuk menjauh dari keluarganya.  

Beliau sendiri pernah juga menikah dengan seseroang yang sangat dicintainya. Dari beberapa statement  yang diulang ulang saya menangkap dia sangatlah mencintai istrinya saat itu. Beliau menikah ditahun 1994 dan akhirnya berpisah pada tahun 2004 menjadi sebuah catatan indah yang begitu indah bagi kehidupan pak L. Mereka pada tahun 1994 menikah secara resmi di gereja dan dikarunia anak titipan 2 orang. anak titipan disini maksudnya bukanlah anak dari hubungan mereka berdua saat suami istri namun ada orang lain yang memberikan anak kepada mereka berdua. Anak-anak kecil tersebut kini sudah kelas 2 dan 1 SMP di Malang. Yang kakak bernama R dan yang adik bernama N. Kedua anak tersebut diberikan oleh tetangga mereka dahulu untuk dirawat.

Kehidupan keluarga kecil ini pada awalnya harmonis, ketika menjadi guide dan mendapatkan banyak tamu seolah keluarga yang mereka bentuk sangat indah sekali. Mereka bahkan pernah jalan jalan hingga pulau lain bersama tamu bule dan hal tersebut sangatlah mereka nikmati sebagai sebuah keluarga kecil. Namun menurut penuturan beliau hal ini berubah ketika tamu kemudian berkurang akibat dinamika pada tempat wisata.Istirnya tidak mau situasi seperti ini dan akhirnya dari sekian banyak masalah yang terjadi akhirnya mereka memilih untuk berpisah pada tahun 2004. Pak L sebenarnya tidaklah ingin berpisah hal ini terungkap dari pengulangan kata yang dia lakukan seperti “bukan saya loh yang minta berpisah tapi kamu” dan hal tersebut diulangnya beberapa kali dan juga saat saya bertanya masih cinta dengan mantan istri beliau menjawab masih sangat sayang. Masalah narkoba juga merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada keluarga. Meski sudah tidak dalam penjara, kecanduan akan narkoba tidak dapat dipungkiri untuknya mengkonsumsinya lagi dan lagi. Tidak jarang menghabiskan uang yang seharusnya digunakan untuk makan.

Pada tahun 2000 ditengah kemelut keluarga dan kecanduan yang tidak dapat terbendung lagi, masuklah beliau dalam terapi narkoba di sebuah rumah sakit. Beliau menjadi salah satu pasien disana hingga 2013 wawancara ini direkam. Dosis awal zat substitusi heroin yang beliau konsumsi hingga saat ini tetap diangka 20 dan tidak berubah. Angga tersebut menunjukkan adiksi yang dialaminya lumayan tinggi. Hingga akhirnya masuk ke tahun ke 10 pun tetap dengan takaran yang sama. Beliau saat ini sudah bersih tidak menyentuh heroin lagi saat ini dan hanya mengandalkan zat substitusi saja sebagai penetralisir rasa adiksinya.

Setelah diberikan terapi satu bulanan ini, beliau merasa bisa lebih mengontrol dirinya saat ini sehingga minum kopi dan rokokpun berkurang. Ada rasa malas yang mengelayuti saat minum kopi ataupun rokok pasca terapi. Kopi sekarang hanyalah pagi dan hanya setengah gelas dan rokok bisa menjadi kurang dari 6 batang. Itupun kadang kadang beliau matikan saat masih untuh karena sudah merasa bosan. Selain itu beliau sangat fokus berlatih pola latihan napas seperti meditasi yang kami sharingkan. Hal ini dilakukan sehari hari dan menurut penuturan beliau membuatnya lebih bisa mendapatkan kenyamanan dan sadar dalam melakukan aktifitas. Beliau berujar pada pagi hari biasanya beliau minum air putih lalu berolah raga ringan sedikit barulah latihan napas di teras depan halaman rumah kosnya.

Diakhir wawancara beliau berujar sekarang dia sudah mulai banyak bisa berubah dan mengambil hikmah dari hidup ini. Selama hidup kebahagian selalu dianggapnya dari luar, permasalahan dari luar sehingga ketika sudah mentok tanpa arah narkoba adalah solusinya. Awalnya beliau tidak berpikir memiliki hidup sekelam ini. Menggunakan narkoba yang awalnya hanya untuk pergaulan kemudian memisahkan dirinya begitu jauh dengan keluarga dan kebagiaan kehidupan. Kadang ada rasa penyesalah yang begitu kuat untuk berhenti, tapi tuhan menunjukkan cara agar tidak berhenti. beliau berujar yang terjadi dimasa lalu biarlah berlalu yang penting bisa untuk yang lebih baik lagi untuk kedepannya terutama dalam hal mengotrol diri dan mendekat ke tuhan.  Beliau saat ini tinggal di sebuah kos kosan kecil dijalan nusa penida dengan ukuran kamar yang sangatlah kecil dengan kamar mandi di luar. Kos ini dia sewa dengan uang 400 ribu rupiah perbulan. Sebelum menempati kos kosan ini beliau pernah tinggal terlunta lunta tidak jelas bahkan pernah tidur di emperan swalayan. pemiliki kos ini sangatlah baik, dia sangat mengerti keadaan bapak L. Pak L pun saat ini bekerja sebagai tukang urus kebersihan kos dan keamanan kos.

Kisah ini mungkin bukanlah kisah yang menarik untuk diungkap, tapi secara pribadi saya banyak belajar akan cerita ini. Kebahagiaan bukanlah dicari diluar namun ada didalam, sebuah cerita singkat yang sudah banyak membuka mata saya tentang arti bahagia, tentang arti semangat untuk mau berubah menjadi lebih baik setelah megnalami banyak peristiwa yang tidak mengenakkan. Sebuah perjalanan hidup yang sangat tragis akibat mengambil keputusan yang salah. Keputusan mencari bahagia dengan mengorbankan bahagia yang lain dimasa depan.

ya begitulah hidup bukan sesuatu yang mesti disalahkan segala sesuatu dari perjalanan selalu ada pelajaran yang bisa dipetik untuk kedepannya yang lebih baik. Pak L adalah salah satu guru kehidupan saya pribadi dan mungkin bagi anak anak muda saat ini agar tidak salah juga memilih jalan dan pergaulan agar bisa terhindar dari semua hal yang ia alami.

Kehidupan selalu memiliki makna yang lebih untuk selalu belajar

Enlightment along a way

NB : saat cerita ini dipublish bapak L sudah meninggal, satu yang ajaib teman-temannya bercerita bahwa 6 bulan setelah terapi sudah sembuh total dari narkoba dan zat substitusi apapun. Sudah tidak merokok dan minum banyak kopi lagi. Damai disisinya brooo.. 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published.