Proses Terbentuknya Keyakinan dalam Pikiran Bawah Sadar

Pikiran bawah sadar, selain sebagai gudang memory juga merupakan tempat terbentuknya keyakinan.
Lalu, bagaimana proses terbentuknya keyakinan?
Manusia bertindak berdasarkan apa yang ia yakini dan apa yang ia yakini adalah produk dari keluarga dan lingkungan.Setiap bayi yang lahir dengan pikirannya yang masih netral ibarat secarik kertas putih polos.

Kemudian melalui proses perkembangannya, keluarga mulai mengambil peran dengan memberikan doktrin, mana yang benar dan mana yang salah menurut persepsi mereka yang bersumber kepada asumsi pemikiran mereka. (Asumsi adalah sesuatu yang di yakini sebagai hal yang benar tetapi hanya berdasarkan pada bukti yang terbatas dan kebenarannya tidak lagi di pertanyakan manakala keyakinan itu sendiri sudah menjadi latar belakang pemikiran atau landasan pijak untuk berpikir).

Saat usia masih anak-anak, pikiran sadar belum berfungsi optimal, saat itu anak-anak beroperasi menggunakan pikiran bawah sadar, dimana pada kondisi seperti itu apapun yang ia alami diserap semuanya oleh pikiran bawah sadar.

Jadi bisa dibayangkan bagaimana dokrin yang diberikan berulang-ulang secara teratur pada kondisi pikiran bawah sadar yang terbuka akan masuk mengendap dan mengkristal di bawah sadar yang tanpa di sadari bahwa hal itu telah memprogram pikiran bawah sadar. Kemudian, pikiran bawah sadar yang telah terprogram akan menjadi aturan hidup di kemudian hari.

Proses pembentukan keyakinan yang lain adalah ketika seseorang mengalami suatu kejadian, kemudian pikiran akan memberikan makna pada pengalaman itu. Setiap kejadian pada dasarnya bersifat netral tidak mempunyai makna, pikiranlah yang memberikan makna. Makna yang diberikan bisa positif atau negatif dan makna ini selalu benar menurut bawah sadar.

Selanjutnya, makna akan memunculkan emosi yang sejalan dengan makna itu. Setelah emosi muncul, pikiran akan mencoba menguji kebenaran makna, pikiran akan mencari data-data pendukung terhadap makna yang telah di putuskannya, dan saat pikiran berhasil menemukan data-data pendukung, maka makna diterima sebagai sesuatu yang benar.

Pikiran, setelah menerima dan menyatakan “kebenaran” suatu makna, mulai menyesuaikan diri dan mengeras menjadi suatu bentuk respon yang bersifat kebiasaan berpikir, kemudian setelah itu barulah tercipta pola keyakinan yang mendukung mode berpikir. Sampai disini keyakinan akan mempengaruhi pola pikir dan perilaku yang pada akhirnya perilaku menentukan suatu proses atau hasil akhir.

Setiap keyakinan mengakibatkan konsekuensi tertentu, konsekuensi bisa bermanfaat atau justru merugikan. Selama seseorang masih memegang keyakinan yang sama, maka selama itu juga ia akan mendapatkan hasil yang sama, karena tidak mungkin terjadi seseorang mendapat hasil yang berbeda dengan keyakinan yang sama.

Lalu bagaimana caranya untuk mengubah keyakinan?

Keyakinan di dalam diri mempunyai “logika“nya sendiri dan logika keyakinan seseorang belum tentu sejalan dengan logika pikiran sadar orang tersebut.

Harus benar-benar di pahami prinsip ini untuk bisa mengubah keyakinan. Yang jelas adalah keyakinan dapat dirubah apabila seseorang dapat membuktikan bahwa logika keyakinannya ternyata salah, kalau sudah terbukti salah maka keyakinan tidak lagi mempunyai pendukung. Dengan demikian keyakinan itu akan rontok dengan sendirinya.

Keyakinan adalah suatu sikap yang ditunjukkan oleh manusia saat ia merasa cukup tahu dan menyimpulkan bahwa dirinya telah mencapai ”kebenaran“ Karena keyakinan merupakan suatu sikap, maka keyakinan seseorang tidak selalu benar, atau keyakinan semata bukanlah jaminan kebenaran.

Contoh : Pada suatu masa, manusia pernah meyakini bahwa bumi merupakan pusat tata surya, belakangan disadari bahwa keyakinan itu keliru. Tetapi untuk merubah keyakinan tidak semudah itu karena keyakinan mempengaruhi perilaku dan perilaku yang sangat sering di ulang menjadi ciri khas seseorang walaupun ia tidak menyadarinya, akhirnya perilaku berubah menjadi sikap atau watak.

“Manusia tidak akan melakukan perubahan apapun sebelum terjadi perubahan pada level berpikir”

sumber : modul hypnosistem

Leave a Comment

Your email address will not be published.