Sejarah Psikologi Menjadi Keilmuan (Bagian 3)

Setelah melewati berbagai macam dinamika dalam pembentukan ilmu pengetahuan, keilmuan psikologi pun lahir dengan mandiri terpisah dari bapak buyutnya filsafat dan kesehatan. Wiliehm Wundt disebut-sebut sebagai bapak psikologi, beliau adalah tokoh pertama yang berhasil membuat laboratorium psikologi di di Leipzig. Awal mulanya beliau dikenal sebagai seorang sosiolog, dokter, filsuf, dan ahli hukum. Beliau sangat terkenal dalam pembentukan psikologi sebagai ilmu pengetahuan sebab beliau berhasil menciptakan banyak karya ilmiah yang ditelitinya hanya dengan menggunakan panca indra. Dari penelitian-penelitiannya tersebut kemudian lahirlah sebauh laboratorium pertama di Bidang psikologi. Buku-buku beliau selama penelitian apabila dijumlahkan berjumlah lebih dari 54.000 halaman. 

Wundt-research-group

Setelah Mbah Wundt psikologi kemudian berkembanglah keilmuan psikologi hingga saat ini. Ada tiga mazhab utama dalam psikologi yang masih dipelajari dan digunakan hingga saat ini diantaranya

ALIRAN PSIKOANALISA

Aliran psikoanalisa melihat manusia dibentuk oleh alam bawah sadar (id, ego, super ego) dan setiap sisi negatif pada diri manusia merupakan represenrasi dari kehidupan di masa lalu. Aliran ini juga menekankan pada lima tahun tumbuh kembang manusia sebagai gerbang pembentukan individu diusia dewasa. Termasuk gangguan-gangguan di dalamnya sangat terpengaruh akibat kesalahan pola asuh dalam usia 0 hingga lima tahun. Dalam pandangan salah satu tokohnya bernama Freud, semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari. Menurut penjelasan beliau kita lebih banyak tidak menyadari apa yang kita kerjakan ketimbang apa yang kita sadari. Ayo coba dicerminkan benar tidak ya? nafasnya sadar tidak nih barusan ? hehehe

ALIRAN BEHAVIORISME

Aliran behaviorisme memperlakukan manusia sebagai mesin, yaitu di dalam suatu sistem kompleks yang bertingkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum. Dalam pandangan kaum behavioris, individu digambarkan sebagai suatu organisme yang bersifat baik, teratur, dan dapat dibentuk. Jadi, manusia dilihat oleh para behavioris sebagai orang-orang yang memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar dan manusia di anggap tidak memiliki diri sendiri. Aliran ini memandang bahwa manusia adalah makhluk yang berespon terhadap stimulus rangsangan dan dapat diprediksi prilakunya.

Hakikat aliran Behaviorisme adalah teori belajar, bagaimana individu memiliki tingkah laku baru, menjadi lebih terampil, menjadi lebih tahu. Kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan perkembangan tingkah laku dalam hubungannya yang terus menerus dengan lingkungannya. Menurut B.F. Skinner, cara efektif untuk mengubah dan mengontrol tingkah laku adalah dengan melakukan penguatan (reinforcement) dan pemberian hukuman (punishment). Jadi, yang menjadi prinsip umum dalam aliran Behaviorisme adalam tingkah laku sebagai objek, refleks atas semua bentuk tingkah laku, dan pembentukan kebiasaan dalam individu.

ALIRAN HUMANISTIK

Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.

Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.